Pages

Jumat, 23 Desember 2011

Problematika Pendidikan Matematika

Permasalahan Pokok Dalam Pendidikan Matematika dan                
     Alternatif Solusi Untuk Mengatasinya.

Oleh: Ricky Kamaluddin
Jurusan Pendidikan Matematika Upi
 A.      Masalah Pokok Dalam Pendidikan Matematika
Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan.  Banyak permasalahan dan kegiatan dalam hidup yang harus diselesaikan dengan menggunakan ilmu matematika seperti menghitung, mengukur, dan lain-lain. Peran matematika dewasa ini semakin penting, karena banyak informasi yang disampaikan dalam bahasa matematika seperti  tabel, grafik, diagram, dan persamaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memahami dan menguasai informasi yang berkembang pesat yaitu dengan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Menyadari pentingnya matematik, maka belajar matematika seharusnya menjadi kebutuhan dan kegiatan yang menyenangkan. Namun pada kenyataannya belajar matematika sering dianggap sesuatu yang menakutkan dan membosankan, hal ini terjadi karena selama ini belajar matematika hanya cenderung berupa menghitung angka yang seolah-olah tidak ada makna dan kaitannya dengan peningkatan kemampuan berfikir untuk memecahkan berbagai persoalan. Padahal dengan belajar matematika, kita dilatih untuk senantiasa berfikir logis dan kritis dalam memecahkan permasalahan, serta dapat melatih kejujuran, ketekunan, dan keuletan.
Namun pada dasarnya terdapat beberapa permasalahan pokok dalam pendidikan matematika disekolah yang kita hadapi saat ini, yaitu : 
1.      Peran matematika tidak dirasa penting oleh siswa.
  1. Siswa enggan belajar matematika.
  2. Guru bersusah payah memotivasi siswa untuk belajar matematika.
4.      Belajar tambahan diluar jam sekolah untuk matematika menjadi wajib.
5.      Orang tua cemas jika anaknya lemah dalam matematika.
6.      Keprofesionalan guru matematika.
7.      Hasil UN Matematika tidak sesuai dengan kenyataannya.
B.       Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya
Permasalahan pendidikan matematika yang terjadi saat ini, pasti terjadi karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Saat ini seorang guru lebih tertarik pada SKKD dari pada tujuan awal belajar matematika. Berikut beberapa permasalahanya :
1. Dari aspek dokumen :
  • Sebagian besar guru kurang memahami bahkan tidak memiliki dokumen Standar Isi.
  • Pemahaman guru terhadap Standar Isi sangat beragam.
  • Kepadatan materi dirasakan masih cukup tinggi sehingga tidak tertampung oleh alokasi waktu yang ada.
2. Dari aspek penyusunan program:
  • Guru masih sulit menjabarkan SK dan KD menjadi indikator.
  • Guru belum mampu menyusun silabus pembelajaran.
  • Guru masih sulit menjabarkan SK/KD menjadi materi pokok dan bahan ajar.
 3. Dari aspek pelaksanaan KBM:
  • Pembelajaran di kelas hanya berdasarkan materi pada buku pegangan.
  • Pelaksanaan KBM masih konvensional dengan metode kurang bervariasi.
  • Penilaian dan pelaporan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik kurang cocok dengan mata pelajaran matematika.
  • Penilaian tidak sesuai KD atau indikator karena disusun tanpa kisi-kisi, dan mengambil soal-soal dari buku.
  • Sumber belajar masih terfokus pada buku pegangan belum melibatkan penggunaan ICT dan lingkungan.
  • Pelaksanaan KBM di kelas tidak sesuai dengan silabus.
  • Siswa kesulitan menggunakan alat peraga pembelajaran matematika, (jangka,kalkulator, busur, dll).
  • Tidak ada tenaga kompeten yang bisa membantu untuk memecahkan masalahdalam pelaksanaan KTSP.
·         Hanya terfokus pada sifat-sifat kognitif tingkat rendah.
·         Pembelajaran Cenderung berlangsung secara mekanistik.
·         Pembelajaran dimulai dengan menerangkan algoritma disertai beberapa contoh.
·         Siswa mengerjakan latihan sesuai dengan contoh.
·         Siswa hampir tidak pernah diberi kesempatan untuk memahami rasional dibalik algoritma.
·         Guru lebih memfokuskan siswa untuk mengingat “cara-cara”.
·         Pembelajaran matematika dikelas belum berjalan efektif
C.      Alternatif Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan Dalam Pendidikan Matematika
Untuk memecahkan permasalahan pendidikan matematika tersebut diperlukan kompetensi atau keahlian yang baik seorang guru dalam pembelajaran. Secara lebih rinci untuk mengatasi permasalahan  tersebut adalah sebagai berikut.
1.         Dari aspek penyusunan dokuman
·         Kemampuan menyusun silabus merupakan kompetensi yang harus dimiliki guru. Oleh karena itu perlu dimaknai bahwa penyusunan silabus mata pelajaran adalah identik dengan penyusunan Rencana Pembelajaran yang telah diketahui secara meluas dikalangan guru.
·         Kepadatan materi dalam pembelajaran matematika, dapat diatasi dengan pemilihan materi esensial yang relevan dengan SK dan KD. Karena itu perlu pelatihan kepada guru-guru di tingkat satuan pendidikan mengenai penjabaran SK dan KD menjadi materi pelajaran.
2.         Dari aspek pelaksanaan KBM
·         Guru perlu menggunakan, media, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam pembelajaran.
·         Melatih cara berfikir untuk menyelesaikan soal dengan cara yang mudah.
·         Melatih nalar otak dalam matematika.
·         Mengembangkan aktifitas, kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan pengembangan pemikiran divergen,orisinil,rasa ingin tahu serta rasa percaya diri.
·         Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.
·         Menyampaikan informasi atau gagasan melalui pembicaraan lisan, catatan grafik peta dan diagram dalam menjelaskan gagasan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons